Ini draf pertama kali banget nulis. maafkan jika masih berantakan.
Haii.
Pertama kali nya nulis nih. Maapkan jika masih banyak kekurangan dan kesalahan. Hehe.
Berhubung tinggal di bandung
yang jauh dari pantai, mutusin lah buat memulai backpacker ke pantai. Jangan di
bayangin bakal nginep ya. Berhubung first backpacker nya sama orang yang masih
berstatus pacar jadi ga di ijinin sama mamah buat nginep. Maklum anak perempuan
pertama. Tapi itu ga menyurutkan niat buat "mantai". Di dug dag lah mantai nya.
Awal nya pengen menjelajah
pantai Jayanti, Cianjur Selatan. Setelah searching, diputuskanlah tanggal 01
januari 2015 memulai start dari buah batu kurang lebih jam 06.00 WIB. Dengan
mengendarai si merah beat. Melewati jalur buah
batu-kopo-soreang-ciwidey-naringgul-cidaun-pantai jayanti. Sebelum masuk
kawasan kawah putih usahakan motor dalam keadaan full bensin. Karena sepanjang
jalan tidak ditemukan pom bensin. Hanya ada penjual bensin eceran itu pun masih
sangat sulit ditemukan. Selama perjalanan mata tak bisa terpejam karena
pemandangan yang amat sangat indah. Kekatroan muncul. Mulai banyak foto-foto ga
penting. Jalanan di awal lumayan mulus. Namun hati-hati ketika musim hujan.
Sering terjadi longsor. Di tengah perjalanan kami di berhentikan oleh orang
yang membawa bawa kardus meminta retribusi. Entah untuk apa. Karna ini perjalanan pertama. Saya pun memberikan uang 5000. Ternyata
sepanjang jalan yg ada longsoran banyak sekali orang yang meminta minta uang.
Sekali dua kali saya beri 2000. Tetapi setelah itu. Saya hanya melewatinya
begitu saja. Jika ingin melewati jalur ini di usahakan jangan pergi malam hari
dan jangan hanya berdua seperti kami. Karena rawan begal dan jalur yang sangat
amat sepi. Selama perjalanan kami hanya bertemu dengan satu atau dua pengendara
lain. Sangat sepi. Dan semakin jauh dari bandung jalan semakin jelek.
Untunglah si beat bisa
melewati dengan lancar. Di tengah perjalanan banyak sekali curug di sisi kiri
jalan. Sejenak rasanya ingin berhenti untuk berfoto. Namun apa daya banyak
motor yang berhenti dan banyak anak anak. Memasuki daerah naringgul ketika melewati
belokan sang kekasih hati ( #ea ) yang mengendarai
motor nampaknya sedikit kurang berhati-hati. Kamipun terjatuh. Untung saja saya
tak mengalami cidera serius. Hanya saja pacar saya lutut sebelah kanan nya
lumayan terluka. Dan untung saja tak jauh dari lokasi kecelakaan ada sebuah
warung dan seorang bapak bapak yang sedang duduk. Merekapun berlari menghampiri
kita. Dan di ajak singgah di warung untuk mengobati luka pacar saya. Tapi ya
namanya juga di warung dalam hutan. Tidak ada obat obatan. Jadilah memakai
dedaunan dan lap kain untuk menutup luka dan mengeringkan luka. Setelah insiden
mengejutkan itu kami tetap melanjutkan perjalanan karna kepalang tanggung kalau
balik lagi bandung jaraknya sama aja.
Setelah melewati hutan dan
negeri antah berantah #hehe #lebay, saya mulai merasakan hawa panas khas
pantai, dan saya melihat pasir. Dengan katro saya menjerit “YEAY, PANTAI”, tapi
setelah lebih dekat, itu hanya sebuah muara. Kami berdua pun tertawa melihat
kelakuan saya yang katro. Setelah melewati muara itu sedikit demi sedikit kami
mulai melihat papan jalan bertuliskan PANTAI JAYANTI. Kamipun memasuki kawasan
tersebut. Dengan membayar retribusi yang kalau tidak salah ingat tidak lebih
dari 10.000. Kamipun mulai mencari tempat parkir untuk memarkirkan si merah.
Awal masuk kami merasa aneh, karna tidak sesuai ekxpektasi kami, namun kami
tetap memarkirkan motor kami. Sebelum nya saya mencari apotik untuk mengobati
luka pacar saya. Setelah memarkirkan motor, kami menuju ke wc umum untuk
membersihkan luka dari daun daunan. Setelah selesai, kamipun bergegas menuju
pantai. Setelah melihat pantainya, kami, saya khususnya, melongo heran bĂȘte dan
lain lain. Karna saya tidak menemukan ada pasir, hanya lautan luas dan dermaga
tempat berhenti kapal kapal yang tidak melaut. Kamipun harus puas hanya
berselfie di pinggir tembok yang menghalangi air laut. Ternyata memang sedang
ada angin yang cukup kencang jadi air laut sedang pasang. Untung saja setelah
sedikit berjalan, kami menemukan sedikit daratan dengan pasir. Mungkin jika
pergi di bulan lain kami akan menemukan pantai disini.hanya sebentar saja kami
mengunjungi pantai ini, karena cuaca yang amat terik kami memutuskan untuk
pulang. Namun ketika mulai keluar, kami melihat papan jalan yang menunjukkan
arah ke pantai rancabuaya, santolo, sayang heulang, garut. Dengan semangat 45
kamipun memutuskan untuk sekalian mengunjungi pantai itu saja. Tanpa tau medan
yang akan dihadapi kamipun mulai meninggalkan pantai jayanti.
Jalanan yang kami lalui amat
sangat jauh dari kata layak. Jalanan berbatu menjadi makanan kami. Tak apalah
demi pantai. Untunglah si merah tak rewel. Tak ada kendala pecah ban atau
apapun. Setelah cukup lama melewati jalan rusak itu, kami mulai melewati jalan
yang cukup mulus. Dan di sebelah kanan kami adalah garis pantai. Ya, kami
melewati garis pantai selatan. Cuaca panas menjadi teman perjalanan kami.
Kamipun memutuskan untuk mengunjungi pantai santolo saja. Setelah berbelok
kanan kami masuk ketempat karcis, namun entah mengapa kami tidak di tagih biaya
masuk, yah jadi gratis deh, si bapak mah suka nga atoh atoh nu tos atoh #eh.
Kamipun melewati LAPAN, saya hanya bisa melongo melihatnya (hehe saya gatau
LAPAN itu apa, maapkan).
Setelah memarkirkan si merah
dengan biaya 5000 kami mulai berjalan ke arah pantai. Sayang, pantai nya cukup
kumuh, banyak pedagang yang tidak memikirkan keindahan. Saya pun membeli sebuah
kaca mata karna angin di pantai itu cukup membuat pasir beterbangan mengenai
mata. 25 ribu harga yang standar untuk daerah wisata. Tapi kami kebingungan
ketika kami tidak menemukan tempat penitipan tas. Masa iya tas kami bawa ke
air. Kamipun memberanikan diri bertanya kepada pedagang, tapi kata bapak yang
dagang simpan saja tas nya di tempat si bapak. Ya sudah kamipun menyimpan tas
kami, dengan menumpuk tas kami dengan baju untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Finally……..
Mantaaaaiiii…….
Kami berfoto foto ria dan
menikmati indahnya pantai santolo. Sayang hanya sebentar saja kami menikmati
karena kami tak tau waktu tempuh melewati kota garut. Dengan berat hati kamipun
berkemas. Kami memakai kamar mandi umum untuk membersihakan diri dengan harga
10.000 per orang. Ntah mahal atau murah kami tidak tahu.
Pukul 03.00 kami memulai
perjalanan pulang dengan rute berbeda dari perjalanan pergi. Tak jauh dari
pantai santolo kami menemukan pom bensin. Kamipun mengisi bensin dengan full.
Takut tak menemukan pom bensin seperti di jalur ciwidey. Kita melewati gunung gelap yang
sedikit tidak gelap lagi, karena sudah banyak pedagang pedagang kecil dan pedagang
bensin eceran. Jalan nya berkelok kelok dan kecil. Hati hati jika melewati
jalan ini ketika malam karena katanya suka turun kabut. Setelah melewati gunung
gelap kami pun mulai memasuki daerah ramai penduduk. Ternyata kami melewati
bayongbong, tempat bibi ku tinggal tapi karena mengejar waktu aku tak sempat
mampir. Ketika melewati daerah tarogong kami berhenti untuk membeli oleh oleh.
Lalu kami melanjutkan perjalanan pulang. Sampai bandung kurang lebih pukul
21.00. alhamdulilah sampai dengan selamat.
Comments
Post a Comment